"Saying goodbye to Blackberry." - Mengatakan selamat tinggal pada BB. Tulisan berikut adalah curhat seorang pemakai BB, bukan sembarang pemakai, karena beliau adalah seorang editor dari majalah online internasional, Wireless Design & Development. Jadi apa yang disampaikannya merupakan ulasan teknis dan rasional terhadap suatu produk yang diharapkan dapat mempermudah pekerjaannya. Sengaja tulisan ini saya kutip langsung dari bahasa aslinya agar tidak kehilangan geregetnya. Mungkin bermanfaat bagi mereka yang membanggakan gadget di kantongnya, walaupun secara pribadi - diluar fitur BBM (Blackberry Messenger) - gadget mahal ini tidak lebih bermanfaat dari HP China kelas menengah atas. Semua sudah bisa dilakukan HP lokal seperti PopUp E-mail, buka aplikasi web, bahkan dual kartu aktif. ^_^. Silahkan disimak pendapat berikut, bro...
I’ve been a Blackberry lover since day one, and for a long time, I loathed each person I saw with an iPhone. In the back of my mind I knew it was pure jealousy, as my good ol’ berry was falling apart in my hands. My carelessness aided in the destruction of this once shiny, new device. At the top of the phone you could see the green circuit board shining through, the plastic covering broke off during an epic fall. But it wasn’t just the physical damage that was driving me to occasionally slam the phone against the wall.





