'Out of the Box' saat Melamar Kerja, Bolehkah?
Tak mudah bagi pelamar kerja untuk menarik perhatian perusahaan. Para perekrut kerja tampaknya sudah bisa membaca segala taktik si pelamar. Kondisi ini lantas memaksa setiap pelamar untuk berlaku "out of the box".
Di tengah kompetensi kerja yang semakin ketat, para ahli sering kali menganjurkan para pelamar kerja untuk melakukan hal-hal yang kreatif, tak biasa, out of the box atau tidak lazim. Saran ini kedengarannya menarik, tapi apakah cara ini benar-benar berhasil?
Resume berjalan Cara yang ditempuh seorang mahasiswa Jurusan Sejarah di London bisa jadi contoh menarik. Ia menggunakan papan lamaran kerja yang digantung di lehernya untuk menarik perhatian para perekrut kerja. Orang yang akhirnya merekrut si mahasiswa mengaku senang dengan cara berlaku karyawannya yang kreatif tersebut.
Sementara itu, Human Resources Director VIP Desk, perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsumen, Vani Colombo, mengatakan senang dengan orang yang berpikir out of the box. Itu menandakan bahwa mereka memiliki pemikiran yang tak terbatas dan layak untuk dipekerjakan.
"Menyenangkan jika misalnya, seseorang membuat brosur yang ternyata adalah surat lamaran kerjanya," ujar Colombo, seperti dikutip dari Careerbuilder.com.
Taktik yang berhasil Vinh Nguyen, 30, dengan bantuan Career Tiger, sebuah jasa yang membantu mendapatkan pekerjaan dengan cara yang unik, berhasil mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan teknologi informasi (TI). Caranya, saat wawancara kerja berlangsung, ia tiba-tiba saja membawa whiteboard dan menuliskan semua ide yang ada di pikirannya di papan tersebut. Tak pelak, ia pun mengontrol sesi wawancara tersebut.
"Ide sebenarnya untuk menunjukkan bahwa saya adalah pemimpin yang tangguh dan karenanya pengetahuan saya akan bermanfaat bagi perusahaan mereka. Awalnya memang terasa aneh, tapi ini akan ada hasilnya jika kita benar-benar mempelajari perusahaan tersebut terlebih dahulu," ujar Nguyen yang kini menjadi project manager.
Dave Browman, pendiri dan chairman TTG Consultants, punya pengalaman unik mewawancarai seorang desainer. Saat sang desainer diminta masuk ke ruangan, ia datang sambil membawa maket hasil desainnya terdahulu dengan diikuti tiga badut yang memainkan musik.
Mereka bernyanyi selama satu menit, kemudian keluar meninggalkan sang desainer. Hasilnya, desainer tersebut dipekerjakan di perusahaan Browman. Taktik yang tidak berhasil Walaupun banyak orang yang sukses dengan taktiknya yang tidak lazim, tak selamanya taktik unik ini berhasil. Konsultan bisnis Carolyn Turner punya pengalaman tentang hal ini.
"Saya pernah mendapatkan surat lamaran yang disertakan dengan kue pie yang baru saja dibuat. Tujuannya memang ingin berbeda dengan pelamar yang lain, tapi bagi saya ini malah menjadi hal yang aneh dan mengerikan. Ia bahkan menggunakan piring miliknya untuk menaruh kue tersebut yang artinya kita harus mengembalikan piring itu kepadanya. Ini sungguh aneh hingga tak ada orang yang berani memakan kue itu," cerita Turner.
Bagi Turner, cara yang terbaik untuk ?menjual? diri hanyalah dengan membuat surat lamaran sebaik mungkin.
"Tak perlu terlalu berlebihan agar bisa diperhatikan perekrut kerja. Untuk semua lowongan posisi, surat lamaran yang ditulis dengan baik saja sebenarnya sudah cukup karena Anda tak akan mengira betapa banyak surat lamaran yang ditulis dengan buruk," ujar Turner.
Jangan ditiru Christine Bolzan, CEO Graduate Career Coaching, setuju dengan pendapat Turner. Ia bahkan menolak dengan tegas segala cara tak lazim dalam menarik perhatian perekrut kerja. Menurutnya, orang-orang yang berusaha menarik perhatian dengan cara ekstrem biasanya tidak akan dipekerjakan oleh perusahaan. Bolzan menyebut ada dua contoh perilaku yang haram dilakukan saat melamar kerja, dan salah satunya ialah dengan cara memberi hadiah.
"Memberi hadiah sangat tidak pantas dilakukan. Kenyataannya, banyak perusahaan yang melarang dengan tegas untuk menerima hadiah seperti ini," ujarnya.
Contoh buruk lainnya, membuntuti pewawancara kerja. Bolzan mengaku pernah ditunggu pelamar kerja di sebuah tempat parkir dan di luar gedung kantor.
"Yang paling buruk ialah saya pernah diikuti seseorang sampai ke kolam renang pada jam sepuluh malam. Pernah pula seratus surat lamaran berbeda ada di wiper mobil saya dan keesokan paginya menemukan lagi banyak surat lamaran yang diselipkan dari bawah pintu hotel tempat saya menginap," keluh Bolzan.
Peraturan yang harus diingat Greg Masiewich, Marketing Manager and Online Communications IQ Partners Inc, juga tak setuju dengan taktik memberi hadiah atau membuntuti pewawancara kerja. Namun, ia memberi panduan tentang hal-hal yang sebaiknya dilakukan jika ingin menarik perhatian dengan cara yang tak biasa.
1. Harus relevan. Pastikan bahwa taktik tersebut relevan dengan pekerjaan. Jika Anda menggunakan taktik out of the box, tapi tidak cocok untuk posisi pekerjaan yang ditawarkan, tidak pas dengan industri yang akan dimasuki, atau tidak cocok dengan diri Anda, maka hal ini hanya akan terlihat aneh bagi orang lain.
2. Jangan terlalu jauh. Pastikan bahwa perilaku Anda tidak melampaui batas dan tidak akan dianggap aneh. Ingatlah bahwa Anda ingin menarik perhatian, bukan jadi bahan lelucon di kantor.
3. Bekerja dengan baik. Taktik yang Anda jalankan sebenarnya hanya untuk menarik perhatian saat sesi wawancara. Setelah itu, perusahaan tetap akan memilih orang yang terbaik yang bisa menyelesaikan pekerjaan. Karena itu, taktik tersebut harusnya tak hanya menggambarkan keunikan, juga kemampuan dan kredibilitas Anda dalam bekerja.
Sumber:
http://lifestyle.okezone.com/read/2009/10/16/198/266262/out-of-the-box-saat-melamar-kerja-bolehkah
